• Jiwaku, Denyut jantungmu

    Jiwaku, Denyut Jantungmu

    Sekali lagi terbangun dipagi hari
    dan mulai mengikatkan dasi
    Saat datang melewati depan pintu kelas
    aku berjalan dengan rasa bangga
    Hembusan anggin yang melewati hari-hari seperti ini

    Aku sadar dapat mendengarnya
    Aku sadar dapat merasakannya
    Sekarang hatiku mulai bergetar
    Aku sadar ia telah datang
    Jutaan bintang yang kini kemudian menghilang

    Aku melihatnya
    Dan Melambaikan tangan..
    Aku pun bersyukur..
  • Sedikit tentang Chuunibyou!!

    Chuunibyou (中二病), kasarnya berarti “penyakit/sindrom/gejala kelas dua SMP”. Chuunibyou adalah suatu gejala di mana seseorang anak yang berumur sekitar 14 tahun cenderung bersikap sok atau bersikap seolah-olah ia memiliki kekuatan supranatural dan semacamnya. Ada juga yang bersikap jijikan, sombong, dan bahkan meremehkan orang di sekitarnya. Sikap seperti ini biasanya ditemukan pada anak remaja yang memasuki masa pubertas. Namun masih ada juga orang yang sudah dewasa (SMA ke atas) masih bersikap seperti ini.
    Chuunibyou menggunakan huruf “病” (byou) yang berarti penyakit/sindrom/gejala tetapi bukan berarti benar-benar sakit ataupun gangguan jiwa. Dalam bahasa Jepang juga bisa ditulis “厨二厨“, jika di dalam bahasa Indonesia huruf “厨” bermakna alay.

    Tiga Jenis Chuunibyou

    Menurut buku Petunjuk Chuunibyou (中二病取扱説明書, Chuunibyou Toriatsukai Setsumei Sho) ada tiga jenis chuunibyou.



    1. DQN (DQN系, dokyun-kei)
      DQN (DQN系, dokyun-kei), yaitu cenderung berpura-pura bersikap anti-sosial atau menjadi anak nakal padahal tidak. Biasanya ia mengarang tentang cerita tawuran atau semacamnya. “DQN” bermakna “si anti-sosial” atau “si anak nakal”. 
    2. Subkultural/Hipster
      Subkultural/Hipster (サブカル系, SubCul-kei), yaitu cenderung memilih non-mainstream atau yang peminatnya sedikit agar ia merasa berbeda. Terkadang orang seperti ini jarang suka budaya sendiri, namun lebih memilih budaya luar agar dianggap keren karena berbeda minat dengan orang lain.
    3. Mata Iblis
      Mata Iblis (邪気眼系, Jakigan-kei), yaitu cenderung merasa memiliki kekuatan supranatural. Jenis ini sering menghayal yang aneh-aneh. Untuk lebih jelas tentang yang ketiga ini, silakan tonton anime nya Chuunibyou Demo Koi ga Shitai.
  • Pendidikan Berkualitas untuk Generasi Emas

    KOMPAS.com - Tugas pendidikan adalah mengupayakan agar anak bisa mengenal potensi dirinya, sedangkan pendidikan berperan memberikan fasilitas agar mereka dapat mengembangkan potensinya, baik bidang akademik maupun potensi non-akademik, seperti seni dan olah raga.

    Secara akademis, riset membuktikan bahwa setiap anak lahir dengan potensinya masing-masing. Ada kata-kata bijak menyebutkan, "Jadikan anak sesuai dengan potensinya, bukan sesuai dengan harapan orang tua."

    Perlu juga dipahami, bahwa potensi itu adalah bawaan dari lahir, namun ada juga produk dari proses pendidikan. Jika anak mempunyai bakat tetapi tidak dididik dengan tepat, maka potensinya tidak akan tumbuh dan berkembang optimal. Demikian sebaliknya, jika anak tidak berbakat tetapi dipaksakan oleh guru atau orang tuanya, potensinnya pun tidak akan tumbuh dengan baik. Pasti akan ada konflik internal dalam jiwa si anak. Karena itulah, harus serasi dan seimbang antara potensi bawaan anak dengan proses pendidikannya.

    Untuk dapat mengembangkan potensi tersebut, ada beberapa tahapan atau langkah harus ditempuh oleh semua pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Pertama adalah pendidikan, melalui peran sekolah harus mampu mengidentifikasikan potensi anak didiknya melalui pilihan ekstra kurikuler.

    Kedua, setelah anak mengenal potensi dan bakat dirinya, maka tugas pendidikan, sekolah atau kementerian, adalah menumbuhkembangkan potensi tersebut. Karena itu, perlu adanya pembelajaran ekstrakurikuler yang efektif dan efisien sebagai upaya menumbuhkembangkan bakat dan minat anak.

    Ketiga, memberi peluang anak didik untuk mengikuti perlombaan guna mengukur potensi dirinya. Apakah potensi itu sudah di level sekolah, kecamatan, kabupaten maupun tingkat nasional. Inilah yang melatarbelakangi Kemdikbud menyelenggarakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional(FLS2N). Jadi, kegiatan ini merupakan bagian dari proses menumbukembangkan potensi anak sesuai dengan minat dan potensinya.

    Kemdikbud juga terus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran ekstra kurikuler, misalnya dengan memberikan bantuan pengadaan peralatan olah raga dan seni. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik yang belum mendapat kesempatan mengikuti ajang perlombaan tingkat nasional, dapat juga mengembangkan potensinya di sekolah. Asumsinya, jika dalam FLS2N satu provinsi diwakili hanya segelintir siswa dari 26 juta siswa SD di Indonesia, program bantuan pengadaan diharapkan dapat mencakup jauh lebih banyak siswa di sekolah.

    Kemudian, perlu juga diperhatikan peningkatan kualitas guru atau pembina ekstra kurikuler. Harus menjadi perhatian, bahwa penting untuk memiliki pembina yang mempunyai bakat dan minat terhadap ektra kurikuler yang dibinanya. Jika tidak, mereka tidak akan dapat menelurkan anak-anak berpotensi unggul.

    Sebagai alternatif, ada sekolah yang menyerahkan pembinaan ekstra kurikuler kepada mahasiswa perguruan tinggi yang mempunyai bakat di bidang tertentu. Sementara pada waktu ekstra kurikuler, para guru mengadakan rapat persiapan mengajar untuk minggu berikutnya.

    Oleh karena pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara orang tua, unit pelayan teknis daerah (UPTD) pendidikan dasar di tingkat kecamatan, dinas kabupaten/kota, provinsi, maupun Kemdikbud, maka semua pihak tersebut hendaknya berkerja di kavlingnya masing-masing. Misalnya, kurikulum adalah tugas pemerintah pusat, sedangkan tempat belajar dan mengajar yang baik adalah tugas masing-masing sekolah dan daerah. Komponen bangsa lainnya pun harus mendukung, seperti para seniman yang turut berpartisipasi membina potensi anakdibidang seni.

    Menata generasi emas

    Secara historis, kebangkitan bangsa pertama kalinya digaungkan pada hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Lalu, lahirlah generasi yang mengisi pembangunan.

    Saat ini, Indonesia akan menuju kebangkitan kedua, yaitu 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045. Inilah yang melatarbelakangi kebangkitan generasi emas. Inilah saat yang tepat bagi pendidikan untuk berperan menciptakan generasi emas Indonesia. Ini adalah momentum sangat tepat bagi para pemangku kepentingan pendidikan untuk menata dengan sebaik-baiknya pendidikan berkualitas.

    Pencanangan generasi emas tahun pertama juga telah dibarengi dengan revitalisasi pendidikan karakter. Mengintegrasikan (kembali) pendidikan dan kebudayaan merupakan langkah sangat tepat, dengan harapan pendidikan akan melahirkan anak yang berbudaya sehingga jika disatukan akan serasi antara proses dan produk. Namun, dalam hal ini, budaya hendaknya tidak serta merta dimaknai secara sempit, tetapi lebih luas lagi, seperti budaya sopan santun, budaya pemanfaatan teknologi dengan bijak.

    Berdasarkan hasil kajian yang mendalam, Kemdikbud sudah mengindetifikasi 18 nilai-nilai kebaikan yang akan disemaikan kepada anak didik melalui pendidikan karakter. Jika nilai-nilai ini disemaikan sedini mungkin, sejak dalam PAUD, bahkan sampai dengan pendidikan tinggi, maka diharapkan tersemailah prilaku-prilaku berkarakter dan berbudaya yang baik.

    Kemdikbud juga telah menyusun dan terus-menerus melakukan evaluasi terhadap tahap-tahap grand design generasi emas Indonesia. Akan lebih sempurna hasilnya jika terdapat ada kerja sama masyarakat dan pemerintah. Bagi anak didik, jangan berpikir dirinya sebagai obyek, tetapi sebagai subyek yang berperan aktif atas dukungan dan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah, orangtua, maupun masyarakat.
  • Keterampilan Berbahasa

     Keterampilan Berbahasa
    I. Pengertian Keterampilan Berbahasa

    Menurut Hoetomo MA (2005:531-532) terampil adalah cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu dan cekatan. Keterampilan adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas. atau kecakapan yang disyaratkan. Dalam pengertian luas, jelas bahwa setiap cara yang digunakan untuk mengembangkan manusia, bermutu dan memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan sebagaimana diisyaratkan (Suparno, 2001:27).


    II. Jenis – Jenis Keterampilan Berbahasa 

    Sehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar bahasa, yaitu mendengarkan (menyimak), berbicara, membaca, dan menulis.
     1.    Keterampilan Menyimak
    Menyimak adalah keterampilan memahami bahasa lisan yang bersifat reseftif. Dengan demikian di sini berarti bukan sekedar mendengarkan bunyi-bunyi bahasa melainkan sekaligus memahaminya. Dalam bahasa pertama (bahasa ibu), kita memperoleh keterampilan mendengarkan melalui proses yang tidak kita sadari sehingga kitapun tidak menyadari begitu kompleksnya proses pemmerolehan keterampilan mendengar tersebut. Berikut ini secara singkat disajikan disekripsi mengenai aspek-aspek yang terkait dalam upaya belajar memahami apa yang kita sajikan dalam bahasa kedua.

    Ada dua jenis situasi dalam mendengarkan yaitu situasi mendengarkan secara interaktif dan situasi mendengarkan secara non interaktif. Mendengarkan secara interaktif terjadi dalam percakapan tatap muka dan percakapan di telepon atau yang sejenis dengan itu. Dalam mendengarkan jenis ini kita secara bergantuan melakukan aktivitas mendengarkan dan memperoleh penjelsan, meminta lawan bicara mengulang apa yang diucapkan olehnya atau mungkin memintanya berbicara agak lebih lambat. Kemudian contoh situasi-situasi mendengarkan noninteraktif, yaitu mendengarkan radio, TV, dan film, khotbah atau mendengarkan dalam acara-acara seremonial. Dalam situasi mendengarkan nonietraktif tersebut, kita tidak dapat meminta penjelasan dari pembicara, tidak bisa meminta pembicaraan diperlambat.

    Berikut ini adalah keterampilan-keterampilan mikro yang terlibat ketika kita berupaya untuk memahami apa yang kita dengar, yaitu pendengar harus;
    • Menyimpan/mengingat unsur bahasa yang didengar menggunakan daya ingat jangka pendek (short term memory).
    • Berupaya membedakan bunti-bunyi yang yang membedakan arti dalam bahasa target.
    • Menyadari adanya bentuk-bentuk tekanan dan nada, warna suara dan intinasi, menyadari adanya reduksi bentuk-bentuk kata.
    • Membedakan dan memahami arti dari kata-kata yang didengar.
    • Mengenal bentuk-bentuk kata yang khusus (typical word-order patterns)
    2.    Keterampilan Berbicara
    Kemudian sehubungan dengan keterampilan berbicara secara garis besar ada tiga jenis situasi berbicara, yaitu interaktif, semiaktif, dan noninteraktif. Situasi-situasi berbicara interaktif, misalnya percakapan secara tatap muka dan berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya pergantuan anatara berbicara dan mendengarkan, dan juga memungkinkan kita meminta klarifikasi, pengulangan atau kiat dapat memintal lawan berbicara, memperlambat tempo bicara dari lawan bicara. Kemudian ada pula situasi berbicara yang semiaktif, misalnya dalam berpidato di hadapan umum secara langsung. Dalam situasi ini, audiens memang tidak dapat melakukan interupsi terhadap pembicaraan, namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Beberapa situasi berbicara dapat dikatakan bersifat noninteraktif, misalnya berpidato melalui radio atau televisi.

    Berikut ini beberapa keterampilan mikro yang harus dimiliki dalam berbicara, dimana permbicara harus dapat;
    • Mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga pendengar dapat membedakannya.
    • Menggunakan tekanan dan nada serta intonasu secara jelas dan tepat sehingga pendengar daoat memahami apa yang diucapkan pembicara.
    • Menggunakan bentuk-bentuk kata, urutan kata, serta pilihan kata yang tepat.
    • Menggunakan register aau ragam bahasa yang sesuai terhadap situasi komunikasi termasuk sesuai ditinjau dari hubungan antar pembicara dan pendengar.
    • Berupaya agar kalimat-kalimat untama jelas bagi pendengar.

    3.    Keterampilan Membaca

    Membaca adalah keterampilan reseptif bahasa tulis. Keterampilan membaca dapat dikembangkan secara tersendiri, terpisah dari keterampilan mendengar dan berbicara. Tetapi, pada masyarakat yang memilki tradisi lireasi yang telah berkembang, seringkali keterampilan membaca dikembangkan secara terintergrasi dengan keterampilan menyimak dan berbicara.
    Keterampilan-keterampilan mikro yang terkait dengan proses membaca yang harus dimiliki oleh pembicara adalah; Keterampilan Berbahasa
    • Mengenal sistem tulisan yang digunakan.
    • Mengenal kosakata.
    • Menentukan kata-kata kunci yang mngindentifikasikan topik dan  gagasan utama.
    • Menentukan makna kata-kata, termasuk kosakata split, dari   konteks tertulis.
    • Mengenal kelas kata gramatikal, kata benda, kata sifat, dan sebagainya.

    4.    Keterampilan Menulis
    Menulis adalah keterampilan produktif dengan menggunakan tulisan. Menulis dapat dikatakan suatu keterampilan berbahasa yang paling rumit di antara jenis-jenis keterampilan berbahasa lainnya. Ini karena menulis bukanlah sekedar menyalin kata-kata dan kalimat-kalimat, melainkan juga mengembangkan dan menuangkan pikiran-pikiran dalam suatu struktur tulisan yang teratur.

    Berikut ini keterampilan-keterampilan mikro yang diperlukan dalam menulis. 
    • Menggunakan ortografi dengan benar, termasuk di sini penggunaan ejaan.
    • Memilih kata yang tepat.
    • Menggunakan bentuk kata dengan benar.
    • Mengurutkan kata-kata dengan benar.
    • Menggunakan struktur kalimat yang tepat dan jelas bagi pembaca.

    5. Keterampilan Menulis 
    Keterampilan menulis adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam bidang tulis menulis sehingga tenaga potensial dalam menulis. Keterampilan menulis untuk saat sekarang telah menjadi rebutan dan setiap orang berusaha untuk dapat berperan dalam dunia menulis. Banyak orang berusaha meningkatkan keterampilan menulisnya dengan harapan dapat menjadi penulis handal. Keterampilan Berbahasa

    Seperti diketahui, menulis itu adalah sebuah keterampilan sehingga dapat dilatih sedemikia rupa meningkatkan kemampuan tersebut. Dalam dunia penulisan, pengetian keterampilan menulis seringkali menjadi sesuatu yang bias sehingga banyak yang tidak memahami pengertian yang sesungguhnya. Hal ini banyak dibuktikan dari kenyataan banyak yang menganggap bahwa menulis itu ditentukan karena bakat.

    Apakah benar, kemampuan menulis itu ditentukan oleh bakat? Jika ditelaah pengertian bakat, setidaknya secara sederhana anda dapat  mengatakan bahwa  bakat adalah kemampuan yang dimiliki dan dibawa seseorang sejak lahir. Padahal sebenarnya pengertian keterampilan menulis itu adalah keterampilan itu sendiri. Artinya, seseorang mempunyai kemampuan menulis karena dia terampil. Sementara untuk dapat terampil dalam menulis, maka dia harus melakukannya secara langsung atau melatih dirinya sehingga terampil. Dengan demikian pengertian keterampilan menulis adalah kemampuan yang didapat dan dimiliki oleh seseorang setelah melalui proses pelatihan secara itens, khusus dalam bidang menulis. Dengan mengikuti pelatihan atau berlatih secara itens, maka seseorang dapat terampil menulis.


    Sumber: http://www.sarjanaku.com/2011/08/keterampilan-berbahasa.html
  • Google Doodle Peringati Ultah Selma Selma Lagerlöf ke-155



    Google Doodle hari ini memperingati hari kelahiran Selma Lagerlöf, seorang penulis buku anak-anak kenamaan asal Swedia yang mendapatkan Nobel Sastra pada 1909. Ilustrasi google menggambarkan salah satu karya kenamaan Lagerlof, The Wonderful Adventures of Nils.

    Selma Lagerlof sendiri lahir pada 20 November 1858 di Marbacka, Swedia pada 155 tahun lalu. Jika kita melihat ilustrasi pada google, terlihat seorang anak berwajah manis yang menunggangi angsa. Inilah tokoh Nils Holgerssen.

    Dalam The Wonderful Adventures of Nils, Nils Holgersson memiliki kebiasaan menyakiti binatang. Suatu hari, ia berhasil menjaring tomte, makhluk yang dalam tradisi Skandinavia suka menjaga rumah para petani dan menghalau nasib malang.

    Tomte tersebut membujuk Nils untuk membebaskannya. Ia berjanji akan menghadiahkan sekeping emas raksasa. Nils menolak, hingga sang tomte mengutuknya menjadi seukuran tomte; yang mungil. Karena bentuk tubuh Nils tak lagi besar, ia kemudian menjadi sasaran  balas dendam para binatang yang pernah disakitinya.






    Kala keadaan genting, ada rombongan angsa liar yang terbang di angkasa atas rumah Nils. Seekor angsa di pertanian, berupaya mengikuti penerbangan mereka. Nils kemudian duduk di atas punggung angsa tadi, seperti yang tercitra dalam ilustrasi Google hari ini.

    Karya ini hanyalah salah satu dari sekian buku yang disusun oleh Lagerlof. Kehebatannya kemudian diganjar dengan hadiah Nobel Kesusastraan pada 1909. Ia menjadi penulis Swedia pertama; sekaligus perempuan pertama yang berhasil menyabet penghargaan tersebut. Lagerlof memperoleh nobel tersebut “sebagai penghargaan atas tingginya idealisme, imajinasi dan persepsi spiritual yang menjadi ciri khas tulisan-tulisannya.”

    Karya-karya Lagerlof tidak hanya dinikmati oleh rakyat Swedia semata. Buku-buku perempuan yang juga sempat bekerja sebagai guru sekolah tinggi di Landskrona ini sudah mendunia, diterjemahkan ke berbagai bahasa; termasuk Cina. Novelnya, Jerusalem pernah difilmkan pada 1996 oleh Bille August dengan bintang Ulf Friberg dan Maria Bonnevie.




    Sumber: Wikipedia, Google, Sidomi.com
  • Hyouka



    Setelah selesai menonton semua episode "Hyouka" saya jadi ingin sedikit mereview anime produksi Kyoto Animation ini. Saya mungkin adalah orang yang telat mengikuti anime ini karena "Hyouka" mulai ditayangkan pada bulan April 2012 sampai bulan September 2012 dan saya baru menontonnya pada bulan November 2013. Okeh kita langsung mulai saja reviewnya.

    Information:

    Synonyms: Hyou-ka, Hyouka: You can't escape, Hyou-ka: You can't escape, Hyoka
    Type: TV
    Episodes: 22
    Status: Finished Airing
    Aired: Apr 14, 2012 to Sep 16, 2012
    Producers: Kyoto Animation, Lantis, Kadokawa Shoten, The Klock Worx, chara-ani.com
    Genres: Mystery, School
    Duration: 25 min. per episode
    Rating: PG-13 - Teens 13 or older

    Ngelantur Sebentar:
    氷菓; Hyouka; Disingkat ya...Hyouka.
    Secara literal, arti dari kanji yang menyusun judul animenya berarti "es buah" (氷 = koori, es; 菓 = kudamono, buah). Tapi, artinya secara umum adalah: es krim.
    Sebenernya, kata-kata di atas tidak ada kaitannya dengan jalan cerita secara keseluruhan. Satu hal yang pasti, menurut saya anime ini adalah salah satu anime terbaik yang pernah saya tonton dan wajib ditonton bagi yang menyukai genre misteri serta school life.

    Sinopsis:

    Houtarou Oreki adalah orang yang menyebut dirinya sebagai "penghemat energi". Ia tidak akan membuang energi melakukan sesuatu yang tidak perlu. Meskipun ia tidak tertarik mengikuti klub apa pun, begitu memasuki SMA Kamiyama, ia diperintahkan kakaknya Tomoe untuk memasuki Klub Sastra Klasik yang terancam dibubarkan karena seluruh anggota sebelumnya telah lulus. Bersama dengan teman lamanya, Satoshi Fukube dan Mayaka Ibara, serta seorang gadis anggun yang penuh rasa ingin tahu, Eru Chitanda, Klub Sastra Klasik yang didirikan kembali mendapati diri mereka terlibat dalam segala bentuk pemecahan misteri yang menegangkan. Houtarou segera menyadari bahwa Klub Klasik, seperti yang dijanjikan Tomoe, sebetulnya "lumayan menarik" dan kemudian dimulailah "Serial Klub Sastra Klasik"

    Karakter:

    1. Oreki Hotarou



    Oreki Houtarou merupakan anak SMA di Kamiyama High School yang mempunyai prinsip Energy Conserving dalam hidup. Menggunakan energi tubuhnya seperlunya saja dan melakukan aktifitas jika hanya benar-benar diperlukan kalau melakukan sesuatu selalu ingin diselesaikan secepat mungkin ( gamblangya: males ). Houtarou mempunyai kepercayaan untuk menjaga energinya agar tidak terkuras untuk pekerjaan yang sia-sia. Dia sangat memegang teguh motto yang dia punya “Jika kau tidak ingin melakukan jangan kau lakukan. Jika kau ingin melakukan lakukanlah dengan cepat“, dan kadang mengucapkan “aku hormati kalian yang hidup penuh dengan semangat”. Meskipun begitu, Houtarou dapat memikirkan penyelesaian dari suatu masalah jika dia mau berfikir.

    2. Chitanda Eru




    Anak perempuan tunggal dari keluarga Chitanda, salah satu keluarga yang mempunyai pengaruh yang besar di kota Kamiyama ( menurut data Satoshi ). Chitanda merupakan murid teladan di Kamiyama High School dan sekaligus sebagai ketua dari klub Sastra Klasik. Chitanda merupakan seorang gadis cantik dan tenang, tapi dia bisa langsung berubah menjadi seseorang dengan rasa ingin tahu yang besar jika ia merasakan ada misteri di dekatnya dan kemudian berkata 'Aku ingin tahu! (Watashi, Kininarimasu!)' sambil mendekatkan mukanya ke Houtarou dan ditambah dengan mata bling-bling.






    3. Fukube Satoshi



    Teman dekat Houtarou sejak SMP dan dijuluki manusia palsu oleh Houtarou. Satoshi aktif mengikuti berbagai klub serta organisasi disekolahnya. Dia mengklaim dirinya sebagai database sekolah karena memiliki banyak informasi tentang Kamiyama High School selain itu Satoshi hanya bisa mengumpulkan point-point untuk dijadikan informasi. Karena Satoshi adalah database dia jadi tidak pandai membuat kesimpulan atau teori dari suatu masalah selain itu dia selalu memiliki informasi yang bisa membantu hotarou untuk memecahkan suatu misteri. Diantara anggota yang lain Satoshi memiliki ingatan yang baik dan juga paling suka melawak. Memiliki motto "Lelucon itu menarik tetapi ada batasnya. Jika mengarah menuju kesalahpahaman, maka akan menjadi kebohongan"

    4. Ibara Mayaka



    Anggota terakhir dari klub sastra klasik dan bergabung satu bulan sejak klub sastra klasik berjalan. Sudah mengenal Houtarou sejak sekolah dasar. Ibara bagian dari staf perpustakaan Kamiyama High School  dan juga ikut klub manga Kamiyama High School. Yang membuat membuatnya tertarik untuk bergabung adalah karna dia tidak mau kalah dari houtarou yang bisa memecahkan misteri yang tidak bisa ia pecahkan. Kata-katanya sedikit tajam dan sering bertengkar dengan Houtarou. Sudah jatuh cinta pada Satoshi sejak SMP.

    Jalan Cerita
     
    Hyouka menceritakan tentang seorang anak bernama Oreki Houtarou yang hidupnya berubah drastis semenjak sang kaka Oreki Tomoe menyuruhnya untuk bergabung dalam klub literatur klasik yang ada disekolahnya. Hal ini membuat oreki harus meninggalkan gaya hidupnya yang hemat energi terlebih lagi saat iya sudah bertemu Chitanda Eru yang memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi dan selalu membuat boreki kerepotan. Oreki tidak tahu apa maksud dari Oreki Tomoe meyuruhnya masuk ke dalam klub literatur klasik. Saat oreki memulai aktivitas klubnya ada misteri besar yang menghampiri Oreki, misteri tentang paman chitanda eru yang tidak diketahui keberadaannya dan alasan mengapa chitanda menangis saat diceritakan sebuah kisah oleh pamannya kisah tentang “Hyouka” yang sampai saat ini tidak bisa chitanda ingat kembali. Ahirnya dari hal itu lah mulai terungkap kejadian 40 tahun yang lalu yang melibatkan paman Chitanda Eru ketua klub literatur klasik saat itu dan misteri dibalik nama “Hyouka” tulisan dari klub literatur yang pertama yang dibuat oleh paman Chitanda. Setelah itu mereka berempat terus memecahkan semua misteri-misteri yang ada di SMA Kamiyama.

    Sebagai penutup akan saya tampilkan beberapa screenshoot dan beberpa gambar tentang Hyouka


















    Akhir kata...


    Watashi, ki ni narimasu!

  • Biarkanlah Tubuh Ini Bersuara

    menuju_kebebasan_by_marthincreative-d2zfdpj
    BIARKANLAH TUBUH INI BERSUARA
    ...................................................................
    Detak jantungku berdebar
    Saatku mendengar alunan yang indah
    Kaki pun mulai bergarak
    Tak terasa tubuh ini terbawa nada-nada
    Waktu pun terhenti
    Tak ada yang peduli
    Hentikan semua kesedihan
    Kumulai menari
    Nyanyikan lagu ini
    Membelai jiwa yang terasa sepi
    Bebaskanlah segala keluh kesah
    Biarkanlah jiwa ini bersuara
    Bebaskanlah segala kepedihan
    Biarkanlah tubuh ini bersuara
    Satu masa terlewati dan merubah semua rintihan yang ada
    Tanpa ada yang dapat meleburkan
    Dan menghentikan kita
    ...................................................................


















  • Copyright © 2013 - Nisekoi - All Right Reserved

    Sang Raja Berkilau Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan